Senin, 24 Maret 2014

Peranan Pasar, Haji, dan Suku Quraisy dalam Bahasa Arab



Bahasa arab di era modern ini pun mulai berkembang, dan bahkan dalam dunia internasional bahasa arab mulai mensejajarkan dirinya dengan bahasa internasional lain seperti bahasa inggris. Kurang lebih terdapat 25 negara yang menggunakan bahasa arab sebagai bahasa resmi negaranya. Hal ini merupakan dampak dari berkembangnya bahsa arab sejak zaman jahiliyah. Zaman jahiliyyah mempunyai peranan yang cukup banyak dalam bidang bahasa. Terutama akan kecintaanya teradap sastra, baik berupa puisi maupun prosa.
            Dalam hal ini ada tiga aspek yang cukup berperan dan berpengaruh dalam perkembangan bahasa arab. Yang pertama adalah aspek pasar. Pasar tak lepas dari aktifitas perdagngan yang pada umumnya merupakn sumber kehidupan atau mata pencaharian  bangsa arab. Hal ini dikarenakan jazirah arab yang cenderung tidak banyak memiliki mata air yang cukup dan didominasi oleh gurun pasir menyebabkan hanya ada sedikit daerah yang melakukan aktifitas pertanian, misalnya di daerah Yaman yang berada dekat dengan garis kathulistiwa. Dari perdagangan ini bangsa arab menjadi terbiasa untuk meangadakan perjalanan perdagangan antar kota kota besar. Pada umumnya bangsa arab mengadakan kafilah dagang dua kali setiap tahun. Yaitu ke Yaman pada musim dingin dan ke Syam pada musim panas. Dalam perjalanan tersebut mereka singgah dikota Mekkah. Di sekitar kota Mekkah ada beberapa pasar, diantaranya pasar Ukaz. Musim pasar ukaz biasanya ada pada  bulan Zulqaidah, Zulhijjah, dan Muharram. Di pasar ini berkumpul para penyair terkenal untuk memperlombakan syairnya. Syair yang menang akan ditulis debgan tinta emas dan digantungkan  pada dinding ka’bah yang disana akan dibaca oleh semua orang yang datang dan dihafalkan oleh beberapa generasi berikutnya.
            Sudah menjadi kebiasaan bagi mereka untuk mengadakan pasaran bersama di kota Mekkah ini setiap musim haji. Karena itu di tiga tempat seperti Yaman, Mekkah, dan Syam timbul peradaban bangsa arab masa itu, begitu pun dengan peradaban bahasa yang  semakin banyak digunakan.
Sedangkan yang kedua adalah aspek haji. Kota Mekkah merupakan pusat peribadatan dan semua urusan yang berhubungan dengan haji. Oleh karena itu, banyak pertemuan antar suku atau kabilah terjadi disini. Bahkan tak hanya antar suku, bangsa non arab pun banyak yang berkunjung ke kota ini, baik untuk melakukan ibadah haji ataupun hanya singgah sementara. Dengan adanya ibadah haji ini, bahasa arab pun mulai menyebar ke berbagai penjuru. Ditambah lagi dengan adanya syiir muallaqat yang digantung di dinding ka’bah sebagi penghormatan terhadap syiir dan penyair yang menang dalam perlombaan syairnya, hal ini lebih mengindikasi mengenalkan bahasa arab dan keindahanya terhadap khalayak ramai.
Dan yang ketiga adalah aspek peran suku Quraisy. Pada masa pra-Islam atau yang lebih dikenal dengan jaman jahiliyah bahasa Arab mulai mencapai masa puncaknya (prime condition). Hal ini diawali dengan keberhasilan orang-orang Arab Badui di bawah pimpinan suku Quraisy menaklukan penduduk padang pasir, sehingga mulai saat itu bahasa Arab dijadikan bahasa utama dan mempunyai kedudukan yang mulia di tengah kehidupan masyarakat sahara. Hal lain yang tidak bisa kita pungkiri untuk membuktikan kemajuan bahasa Arab pada masa jahiliyah adalah kemampuan masyarakat jahiliyah untuk menciptakan syair-syair indah baik dari segi retorika ataupun makna.
Selain itu Suku Quraisy sendiri dikenal juga dengan nama Bani Adnan. Bahasa Arab Adnaniahlah yang memegang peranan penting dalam kehidupan bangsa Arab. Hal ini disebabkan karena adanya hubungan yang sejalan dengan aspek yang dijelaskan diatas, dimana kota Mekkah sebagai pusat peribadatan dan semua urusan yang berhubungan dengan peribadatan (haji) di sana diurus oleh orang Arab dari Bani Adnan. Penyair-penyair itu menulis syairnya dalam bahasa Arab Adnaniah. Bahasa Arab Adnaniah itu mempunyai bermacam-macam dialek. Dialek yang terkenal adalah dialek Quraisy yang kemudian menjadi bahasa persatuan. Dalam dialek ini pula Al-Qur'an diturunkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar