Bahasa arab di era modern ini pun
mulai berkembang, dan bahkan dalam dunia internasional bahasa arab mulai
mensejajarkan dirinya dengan bahasa internasional lain seperti bahasa inggris.
Kurang lebih terdapat 25 negara yang menggunakan bahasa arab sebagai bahasa
resmi negaranya. Hal ini merupakan dampak dari berkembangnya bahsa arab sejak
zaman jahiliyah. Zaman jahiliyyah mempunyai peranan yang cukup banyak dalam
bidang bahasa. Terutama akan kecintaanya teradap sastra, baik berupa puisi
maupun prosa.
Dalam
hal ini ada tiga aspek yang cukup berperan dan berpengaruh dalam perkembangan
bahasa arab. Yang pertama adalah aspek pasar. Pasar tak lepas dari aktifitas
perdagngan yang pada umumnya merupakn sumber kehidupan atau mata
pencaharian bangsa arab. Hal ini
dikarenakan jazirah arab yang cenderung tidak banyak memiliki mata air yang
cukup dan didominasi oleh gurun pasir menyebabkan hanya ada sedikit daerah yang
melakukan aktifitas pertanian, misalnya di daerah Yaman yang berada dekat
dengan garis kathulistiwa. Dari perdagangan ini bangsa arab menjadi terbiasa
untuk meangadakan perjalanan perdagangan antar kota kota besar. Pada umumnya
bangsa arab mengadakan kafilah dagang dua kali setiap tahun. Yaitu ke Yaman
pada musim dingin dan ke Syam pada musim panas. Dalam perjalanan tersebut
mereka singgah dikota Mekkah. Di sekitar kota Mekkah ada beberapa pasar,
diantaranya pasar Ukaz. Musim pasar ukaz biasanya ada pada bulan Zulqaidah, Zulhijjah, dan Muharram. Di pasar
ini berkumpul para penyair terkenal untuk memperlombakan syairnya. Syair yang
menang akan ditulis debgan tinta emas dan digantungkan pada dinding ka’bah yang disana akan dibaca oleh
semua orang yang datang dan dihafalkan oleh beberapa generasi berikutnya.
Sudah
menjadi kebiasaan bagi mereka untuk mengadakan pasaran bersama di kota Mekkah
ini setiap musim haji. Karena itu di tiga tempat seperti Yaman, Mekkah, dan
Syam timbul peradaban bangsa arab masa itu, begitu pun dengan peradaban bahasa
yang semakin banyak digunakan.
Sedangkan yang kedua adalah aspek
haji. Kota Mekkah merupakan pusat peribadatan dan semua urusan yang berhubungan
dengan haji. Oleh karena itu, banyak pertemuan antar suku atau kabilah terjadi
disini. Bahkan tak hanya antar suku, bangsa non arab pun banyak yang berkunjung
ke kota ini, baik untuk melakukan ibadah haji ataupun hanya singgah sementara. Dengan
adanya ibadah haji ini, bahasa arab pun mulai menyebar ke berbagai penjuru. Ditambah
lagi dengan adanya syiir muallaqat yang digantung di dinding ka’bah sebagi
penghormatan terhadap syiir dan penyair yang menang dalam perlombaan syairnya,
hal ini lebih mengindikasi mengenalkan bahasa arab dan keindahanya terhadap
khalayak ramai.
Dan yang ketiga adalah aspek peran
suku Quraisy. Pada masa pra-Islam atau yang lebih
dikenal dengan jaman jahiliyah bahasa Arab mulai mencapai masa puncaknya (prime
condition). Hal ini diawali dengan keberhasilan orang-orang Arab Badui di bawah
pimpinan suku Quraisy menaklukan penduduk padang pasir, sehingga mulai saat itu
bahasa Arab dijadikan bahasa utama dan mempunyai kedudukan yang mulia di tengah
kehidupan masyarakat sahara. Hal lain yang tidak bisa kita pungkiri untuk
membuktikan kemajuan bahasa Arab pada masa jahiliyah adalah kemampuan
masyarakat jahiliyah untuk menciptakan syair-syair indah baik dari segi
retorika ataupun makna.
Selain itu Suku Quraisy sendiri dikenal
juga dengan nama Bani Adnan. Bahasa Arab Adnaniahlah yang memegang peranan
penting dalam kehidupan bangsa Arab. Hal ini disebabkan karena adanya hubungan
yang sejalan dengan aspek yang dijelaskan diatas, dimana kota Mekkah sebagai
pusat peribadatan dan semua urusan yang berhubungan dengan peribadatan (haji)
di sana diurus oleh orang Arab dari Bani Adnan. Penyair-penyair itu menulis
syairnya dalam bahasa Arab Adnaniah. Bahasa Arab Adnaniah itu mempunyai
bermacam-macam dialek. Dialek yang terkenal adalah dialek Quraisy yang kemudian
menjadi bahasa persatuan. Dalam dialek ini pula Al-Qur'an diturunkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar